Materi Sekolah

Pengolahan Limbah Cair dari Tepung Tapioka


Limbah tapioka mempunyai konsentrasi BOD dan TSS yang tinggi. BOD BOD (Biological Oxygen Demand) merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bekteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan, dinyatakan dengan BOD5 hari pada suhu 20 °C dalam mg/liter atau ppm.

Lihat pula: Sifat Keperiodikan Unsur

Penguraian zat organik adalah peristiwa alamiah, jika suatu badan air tercemar oleh zat organik maka bakteri akan dapat menghabiskan oksigenterlarut dalam air selama proses biodegradable berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada biota air dan keadaan pada badan air dapat menjadi anaerobik yang ditandai dengan timbulnya bau busuk.

TSS (Total Susppended Solid) adalah zat yang tersuspensi biasanya terdiri dari zat organik dan anorganik yang melayang-layang dalam air dan menjadi penyebab kekeruhan pada air. Limbah cair yang mempunyai kandungan zat tersuspensi tinggi tidak boleh dibuang langsung ke badan air karena dapat menyebabkan pendangkalan dan dapat juga menghalangi sinar matahari masuk kedalam dasar air sehingga proses fotosintesis mikroorganisme tidak dapat berlangsung.

Hal ini menyebabkan kandungan oksigen terlarut di dalam air menjadi rendah, bahkan habis sama sekali. Akibatnya oksigen sebagai sumber kehidupan bagi makhluk air tidak dapat terpenuhi sehingga mahluk tersebut akan mati. Selain itu, air limbah yang dibuang ke lingkungan (tanah dan badan air) banyak menimbulkan masalah bagi perkembangbiakan vektor seperti nyamuk, lalat, dan lain-lain.

cara pengolahan limbah cair tapioka
cara pengolahan limbah cair tapioka

Pengolahan Limbah Cair

Limbah cair dari produksi tepung tapioka berasal dari pencucian  bahan baku dan proses pengendapan (pemisahan pati dari airnya). Limbah cair yang dihasilkan mengandung banyak bahan organik dan mengalami pembusukan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan mencemari lingkungan.

Limbah cair ini dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk cair organik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Pupuk cair organik selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, juga membantu meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan kualitas produk tanaman, mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan sebagai alternatif pengganti pupuk kandang (Sarjana Parman, 2007).

Pupuk cair juga lebih mudah diserap oleh tanaman. Pemberian pupuk cair organik pada tanaman harus dengan dosis yang tepat karena apabila terlalu berlebihan akan menyebabkan tanaman menjadi layu.

Pembuatan pupuk cair organik dari limbah cair tepung tapioka ini akan menghasilkan pupuk yang lebih cepat dan efisien karena memiliki kandungan bahan organik yang diperlukan dalam pembuatan pupuk. Kandungan organik limbah cair hasil produksi tepung tapioka hampir sama dengan limbah cair dari pencucian kedelai pada home industry tahu/tempe yang sudah pernah diteliti dan limbahnya bisa digunakan sebagai pupuk.

Materi Sekolah
Daftar Sumber Daya Alam Indonesia di Tiap Daerah
Kesehatan
7 Tempat Swab Antigen Rekomendasi di Surabaya
Materi Sekolah
Teknik Metode Pengumpulan Data dan Pilihan Aplikasinya
There are currently no comments.