IP Address

Pembagian Kelas IP Address dan Contoh Konversi Desimal-Biner


IP Address atau alamat IP adalah serangkain angka yang digunakan sebagai alamat, bagi sebuah perangkat yang terkoneksi dengan internet. IP Address ini berfungsi agar perangkat bisa mengidentifikasi sekaligus berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Sejak pertama kali diciptakan, IP Address hanya ada satu versi, yaitu IPv4 yang terdiri dari 4 set angka. Baru-baru ini muncul alamat IP yang lebih baru, yaitu IPv6 yang terdiri dari kelompok. Namun, IPv4 masih sering digunakan hingga sekarang dan belum ada tanda akan ditinggalkan.

Pengertian IP Address

IP Address atau alamat IP disusun dari bilangan biner 32 bit, yang setiap 8 bit-nya dipisahkan oleh titik. Nah, tiap 8 bit tersebut disebut dengan oktet, yang jika ditulis maka formatnya akan seperti di bawah ini:

xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

IP Address memiliki range mulai dari:

00000000.00000000.00000000.00000000

hingga

11111111.11111111.11111111.11111111

Angka tersebut merupakan bilangan biner, jadi sangat sulit digunakan.

Karena itu, bilangan biner di atas dikonversi menjadi bilangan desimal, yang terdiri dari 4 bilangan yang masing-masing dipisahkan oleh 4 titik. Setiap bilangan desimal tersebut merupakan nilai dari satu oktet dari alamat IP.

Agar memudahkan Anda memahaminya, berikut contoh format IP Address dalam bilangan biner dan bilangan desimal:

Desimal167205206100
Biner10100111110011011100111001100100
Contoh Bilangan Desimal dan Biner

Untuk mengetahui cara konversinya, silakan pelajari tabel kalkukasi bilangan desimal ke bilangan biner, sebagai contoh kita ambil angka desimal 167 diatas:

Pembagian dengan angka 2Hasil bagi Sisa (Digit biner)Bit #
(167)/28310
(83)/24111
(41)/22012
(20)/21003
(10)/2504
(5)/2215
(2)/2106
(1)/2017
Tabel perhitungan desimal ke biner

Dari kolom digit biner diatas, dapat kita simpulkan bahwa angka binary dari 167 adalah 10100111 (diurutkan dari bawah tabel ke atas). Untuk mengetahui secara cepat angka biner dari suatu alamat IP, Anda dapat menggunakan tools IP Subnet Calculator berikut.

Alamat Ip Server
Alamat IP Server

Pembagian Kelas IP Address

IP Address dapat dipisahkan menjadi 2, yaitu bagian network atau net ID dan bagian host atau host ID. Net ID berfungsi untuk mengidentifikasi jaringan dari jaringan lainnya, sedangkan host ID berguna untuk mengidentifikasi host dalam sebuah network atau jaringan.

Selanjutnya IP Address dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E yang perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlahnya. Misalnya saja IP Address kelas A hanya bisa digunakan oleh sedikit jaringan, namun begitu jumlah host yang dapat ditampung sangat besar.

1. IP Address Kelas A

Bit pertama dari IP Address kelas A adalah 0, yang memiliki net ID dengan panjang 8 bit dan host ID dengan panjang 24 bit. Karena itu, bit pertama dari IP Address kelas A ini memiliki range antara 0 hingga 127.

Kesimpulannya, IP Address kelas A memiliki network hingga 126 dan setiap network tersebut dapat menampung host hingga 16 juta (255x255x255). Jadi, IP Address kelas A digunakan untuk network dengan jumlah host yang sangat besar.

Tabelnya seperti di bawah ini:

Bit-bit NetworkBit-bit Host
0-1260-2550-2550-255
0nnnnnnnnnnnnnnnhhhhhhhhhhhhhhhh
Tabel IP Address Kelas A

2. IP Address Kelas B

2 bit pertama IP Address kelas B selalu diset 10, karena itu selalu bernilai antara 128 hingga 191. 16 bit pertama pada IP Address kelas B ini disebut sebagai net ID, sedangkan 16 bit sisanya disebut sebagai host ID.

Jadi, jika ada IP Address 192.168.26.161 maka net ID-nya adalah 192.168 dan host ID-nya adalah 26.161. IP Address kelas B ini memiliki 65.255 jaringan, yang setiap jaringannya menampung 65.000 host.

Tabel IP Address kelas B seperti di bawah ini:

Bit-bit NetworkBit-bit Host
128-1910-2550-2550-255
10nnnnnnnnnnnnnnhhhhhhhhhhhhhhhh
Tabel IP Address Kelas B

3. IP Address Kelas C

IP Address kelas C adalah IP Address yang biasa kita gunakan, karena memang untuk jaringan ukuran kecil semisal LAN, yang tiga bit pertama selalu diset 110. IP Address kelas ini terdiri dari network ID berjumlah 24 bit dan host ID berjumlah 8 bit, sehingga memiliki 2 juta network yang masing-masing dapat menampung 256 host.

Berikut tabelnya:

Bit-bit NetworkBit-bit Host
192-2230-2550-2550-255
110nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnNnnnnnnn
Tabel IP Address Kelas A

4. IP Address Kelas D

Selanjutnya ada IP Address kelas D, yang biasanya digunakan untuk keperluan multicasting. IP Address kelas D ini memiliki 4 bit pertama yang selalu diset menjadi 1110, sehingga memiliki nilai antara 224 hingga 247.

Untuk bit-bit berikutnya disesuaikan oleh kebutuhan multicast group yang menggunakan IP Address kelas D ini. Harus Anda tahu, dalam multicasting tidak ada istilah net ID dan host ID seperti kelas IP Address sebelumnya.

5. IP Address Kelas E

Terakhir ada IP Address kelas E, yang tidak diperuntukkan atau tersedia untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP Address kelas E ini selalu diset menjadi 1111, jadi bit pertamanya memiliki nilai antara 248 hingga 255.

Di atas adalah pembagian kelas IP Address yang fungsinya berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi, berdasarkan ulasan di atas, kelas IP Address yang selama ini kita gunakan adalah antara IP Address kelas B atau C.

There are currently no comments.